Info Menarik

Bangun Tanah Tidur Dan Mencetak Sawah Self-Kecukupan – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tantangan untuk meningkatkan swasembada pangan terkait dengan permintaan pangan, lebih-lebih beras terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan kesejahteraan

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Sarana Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) berinisiatif untuk mencetak sawah baru karena ketersediaan lahan idle atau abandoned yang semestinya segera terbangun & # 39; terbangun & # 39; Dan diolah menjadi sawah.

Diketahui, konversi lahan pertanian di dalam negeri terus berlangsung lama. Konversi lahan (dari sawah ke lahan lainnya) diperkirakan mencapai 100.000 hektar per tahun.

"Dalam pengembangan lahan juga semestinya memenuhi persyaratan teknis, dari sisi agro-iklim, ketersediaan air, nutrisi dan ketersediaan sumber daya manumur yang dikelola, dan ada sarana dan prasarana, termasuk produksi. Dan jaringan irigasi, "kata Direktur Jenderal PSP Kementan Pending Dadih.

Apa yang bisa dilakukan pemerintah yaitu mengurangi tingkat konversi dengan memperketat izin atau moratorium konversi lahan. Luas ruang semestinya konsisten dan semestinya didisiplinkan agar tak terlalu mudah mengganti alokasi wilayah.

Kinerja program sawah terlihat mengesankan. Sepanjang tahun 2014-2016 areal sawah baru 175,775 hektar, tersebar di lahan irigasi dan di lahan rawa.

Pada tahun 2019 pada akhir masa pemerintahan presidensi Jokowi, diharapkan jumlah sawah yang baru dikelola akan diprogram untuk mencakup satu juta hektar dan dari daerah itu diharapkan menghasilkan Gabah Kering Gula Setara dengan 2,7 juta ton beras.

Tanah yang dilapisi sawah berasal dari berbagai latar belakang, yaitu kawasan milik pribadi, tanah milik Perhutani, milik negara atau dimiliki oleh pemerintah daerah.

"Jika tanahnya dimiliki oleh negara, maka ada persediaan khusus untuk pemanfaatannya dan pengalihan haknya kepada masyarakat." Jika milik sendiri, maka anggaran cetak sawah bisa berasal dari pemerintah tapi juga bisa berasal dari petani; Dana sendiri, "kata Pending Dadih

Jika konversi lahan produktif tak ditangani, diperkirakan dalam 40-50 tahun ke depan, luas sawah akan habis ke daerah non-pertanian.

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.