Kuliner

Berkonsep Rustic, Jick Jack Resto Andalkan Menu Olahan Nasi

Written by Satrio Elang
SEMARANG - Menu makanan orang Timur, tak bisa lepas dari nasi. Walaupun berbagai restoran maupun kafe sudah masif menyuguhkan berbagai olahan variatif, seperti western, Chinese maupun Korean, toh nasi tetap saja dicari.
 
Setidaknya itulah pengalaman beberapa chef yang akhirnya membuat konsep baru tentang menu makanan di resotan baru di Kota Semarang ini. Namanya Jick Jack Resto. Tempat makan yang berlokasi di Jalan Pekunden nomor 1178—1179 Kota Semarang ini punya menu andalan berbagai olahan nasi. 
Jick Jack Resto Semarang
“Yang kami tonjolkan di sini rice collection. Ada tiga menu andalan, yaitu steamed rice atau nasi putih biasa, herbs rice ini nasi dengan olahan rempah dan garlic butter rice yang kuat rasa bawang putih bercampur gurihnya butter,” ungkap Chef Jick Jack Resto, Calvin Valerian, saat mengobrol dengan KORAN SINDO di lokasi, Kamis (21/4/2016) malam.

Calvin adalah salah satu dari owner resto tersebut. Nah, untuk olahan nasi ini, dia mengklaim baru kali pertama ada di Kota Semarang. Berbagai olahan nasi itu akan dipadukan dengan aneka menu lain, bisa sangat menggugah selera. “Itulah kenapa warteg sangat laris,” lanjutnya.

Soal lauk, di resto itu disajikan berbagai olahan berprotein dan vitamin tinggi. Untuk pilihan protein, yang diandalkan adalah ayam, daging sapi ataupun berbagai olahan seafood. Ini bisa dipanggang, goreng maupun bakar untuk memasaknya.  
Pilihan sayurannya juga cukup banyak yang ditawarkan. Soal saus, pilihan stroganov atau saus khas Rusia hingga jick jack sauce bisa jadi andalan, sebab tidak ada di tempat lain.
Jick Jack Resto Semarang 
Resto ini memang belum resmi dibuka. Saat ini, baru dibuka untuk kalangan terbatas dalam rangka test food. Resto ini baru akan dibuka secara resmi pada Senin (25/4/2016) dengan operasional pukul 10.00—24.00 WIB. Untuk weekend tutup hingga pukul 01.00 WIB.
 
Rustic dan Volkswagen
Soal tampilan ataupun konsep, resto ini terbilang unik dan menarik. Sebab, dibangun dengan gaya rustic, yang punya ciri-ciri material alami dibiarkan tidak di-finishing. Itu akan memberikan kesan tersendiri. Ditonjolkan kesan kasar dan tua.

“Seperti lantainya, ini pakai tegel lama, di tempat lain tidak ada,” tambah Imanuel Ivander Setiawan, owner Jick Jack.
Jick Jack Resto Semarang
Konsep lain yang jadi andalan dan khasnya, adalah sebuah mini bar dari mobil Volkswagen Combi. Mobil berwarna biru itu ditempatkan di lantai dua. Penempatannya pun di depan meja-meja konsumen, sehingga ketika konsumen bisa melihat secara langsung proses pembuatan minuman pesanannya. “Mobil VW ini jadi icon Jick Jack Resto,” kata Ivan.



(alv)
dibaca 13.739x

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.