Music

Green Day Siap Mengguncang Dunia Dengan Revolution Radio

Written by Satrio Elang
LOS ANGELES - Pada 2012 lalu, Green Day memiliki rencana ambisius untuk merilis tiga album dalam rentang tiga bulan. Tapi, ketika mempromosikan sei pertama, Uno, pada September tahun itu, frontman mereka, Billie Joe Armstrong mengalami public meltdown di atas panggung. Dia pun terpaksa menjalani perawatan atas penyalahgunaan narkoba.

Meski begitu, Green Day tidak menyerah. Empat tahun berlalu—dengan sejumlah proses rehabilitasi—Billie, 44, Tre Cool (drummer), 43 dan Mike Dirnt (bassist), 44, siap kembali menggebrak blantika musik dunia dengan album terbaru, Revolution Radio.

“Kami siap menggebrak. Semua masalah kesehatan itu sudah berlalu. Kami akan masuk ke siklus rekaman ini dengan banyak rasa syukur dan banyak kerendahan hati. Kami benar-benar menikmati berada di band rock n roll bersama para sahabat kami,” ungkap Tre kepada EW.

Menurut Tre, demi menggarap album ke-12 itu, para personel Green Day benar-benar turun tangan dan bekerja keras. Mereka membangun sebuah studio baru yang diberi nama Otis di Oakland, kampung halaman mereka, dan untuk kali pertama bekerja tanpa produse sejak Kerplunk pada 1992.

“Tidak ada yang lebih dekat dengan Billie selain Mike dan saya. Kami berusaha menghidupkan musik dan suara di kepala Billie,” tutur Tre.

Sesi rekaman itu pun juga merupakan rahasia besar. Mereka tidak banyak menceritakannya ke orang lain. “Kami tidak bilang ke semua orang kalau kami sedang rekaman, kecuali kepada istri kami. Kami memberi diri kami waktu yang cukup dan kami tidak melihat jam. Itu membuat tekanannya hilang,” papar Tre.

Hasil rekaman mereka untuk album ini menggemakan tema album laris mereka pada 2004, American Idiot. Album baru ini meluapkan pernyataan besar seperti single andalan Bang Bang yang mengemukakan tentang epidemi penembakan massal di Amerika.

“Lagu ini berbahaya dan ini menangkap semangat album baru tersebut. Saya kira dunia sudah siap untuk gitar dan drum besar—serta kebenaran,” ujar drummer ini.

Selain Bang Bang, album ini juga berisi lagu Say Goodbye yang hiperpolitik serta lagu sarat topik lainnya. Menurut Tre, Billie sebenarnya menulis banyak lirik sebelum pemilu presiden Amerika yang akan digelar tahun ini.

“Saya harap kami bisa dianggap super jenius dan punya bola kristal. Tapi, bola kami normal, seperti punya orang lain,” seloroh dia.

dibaca 2.676x

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.