Info Menarik

Guru Ngaji Cabuli Murid, Terpikat Oleh Ponsel Dan Peringkat – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

TRIBUNNEWS.COM, KALIANDA – Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak-anak Polres Satreskrim Lampung Selatan dengan Tim Tekab 308 Polsek Jati Agung mengamankan MM (40), studi guru di sebuah pesantren di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung, Minggu (13/08/2017) malam.

Tersangka diamankan karena menjadi pelaku penganiayaan anak di bawah umur dengan nama Mawar (bukan nama sebenarnya) yang berumur 14 tahun.

Menurut Kanit PPA Polres Lampung Selatan Ipda Revi, Senin (14/8/2017), antara tersangka dan korban memiliki kedekatan khusus.

Modus operandi tersangka yang juga pengajar pengorbanannya merupakan memikat telepon pintar dan memberi peringkat pada korban.

Amoralitas pertama terjadi sebelum bulan puasa. Saat itu, tersangka membawa korban ke sebuah pondok di lapangan.

Baca: Marinir Berbicara Terus-terang Tujuan Membunuh Istri Kadesh

Di dalam gubuk, tersangka mengerjakan percabulan. Pelaku pelaku kejahatan terus dilakukan.

MM terakhir menipu Mawar di rumahnya setelah Lebaran. Tindakan mencurigakan tersangka diketahui oleh bibi korban setelah Rose mengeluhkan rasa sakit di bagian vital alatnya.

Bibi korban kemudian melaporkan tindakan pelecehan keponakannya kepada Polisi Lampung Selatan. Guru Alquran juga diamankan oleh polisi dari Unit Polda PPA

"Memang benar tersangka yang merupakan pelaku penganiayaan anak di bawah umur yang telah kami amankan," kata Kapolda Lampung Selatan, Adi Ferdian Saputra.

Saat ini penyidik ​​masih mengerjakan pemeriksaan MM. Polisi masih tenggelam dalam kasus ini. Termasuk kemungkinan korban lain.

Menimbang tersangka merupakan seorang guru mengajar di sebuah pesantren.

Sebelumnya, petugas polisi Tanjungan juga merawat Boiran (26), seorang guru Taman Pendidikan Koran (TPA) di Kabupaten Katibung, Lamsel, pada hari Jumat (1/8/2017) pagi, karena dicurigai mengerjakan percabulan.

Jumlah santri yang menjadi korban berjumlah lima orang. Mereka merupakan anak perempuan yang berumur di bawah 5 hingga 12 tahun. (Dedi sutomo)

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.