Info Menarik

Ini Adalah Senjata Ampuh Petahana – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

TRIBUNNEWS.COM – Dinamika era politik mulai berubah hari ini bagus secara teknis maupun fundamental. Secara teknis, terjadi pergeseran alat dan arus informasi yang berkembang di masyarakat. Pada dasarnya, ada pergeseran ideologi dan pemahaman perihal politik masyarakat.

Mengingat perkembangan yang ada, incumbent memiliki banyak keunggulan dibandingkan penantang dalam konteks pemilihan Kepala Daerah yang akan berlangsung serentak pada 2018, begitu juga dengan pemilihan presiden 2019.

Spesialis Komunikasi Digital Anthony Leong menyatakan bahwa keunggulan incumbent atau petahana seperti media, jaringan akar rumput, mesin politik bisa menjadi keuntungan namun ada strategi lain untuk menumbangkan petahana.

"Secara umum incumbent atau petahana memiliki kelebihan dibanding penantang potensial. Namun, di era teknologi ini, ruang cyber, informasi elektronik dan strategi digital bisa menjadi senjata ampuh untuk menumbangkan petahana," kata Digital. Spesialis Komunikasi Anthony Leong dalam rilisnya, Senin (14/9/2017).

Seperti dalam kontes Pemilu Jakarta tahun 2017 yang baru saja berakhir. Pasangan Anies-Sandi berhasil meningkatkan elektabilitas hingga hampir 50% dalam waktu yang relatif singkat. Itu, kata Anthony tak lepas dari kampanye digital lewat social media. Tapi tentu saja ide yang disebarluaskan melalui media sepatutnya rasional dan mudah dipahami oleh publik.

"Dalam menyampaikan gagasan melalui media sosial, pasangan Anies-Sandi mendekati pendekatan yang menarik dan rasional, idealnya didukung oleh fakta, data yang akurat dan relevan, solusi terkini, dan mampu mendidik masyarakat," kata Anthony yang juga Koordinator INSIDER (Ansen-Sandi Digital Volunteer)

Selanjutnya, CEO Digital Tower menggambarkan pengiriman yang dikemas secara kreatif dan secara langsung mempengaruhi secara prsikologis pilihan pemimpin masa depan. Kehadiran sosok baru ini dianggap sebagai alternatif yang menawarkan perubahan selain petahana.

"Kemasan karakter kandidat melalui media sosial bisa mempengaruhi pilihan orang. Tapi, tentu saja, informasi perihal gagasan sepatutnya konsisten, kreatif, dan berbeda dengan presentasi kampanye incumbent," kata Anthony, yang juga Staf Fungsional Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Untuk diketahui pengguna internet aktif di Indonesia sebanyak 88,10 juta jiwa. Kemudian pengguna media sosial aktif sebanyak 79,00 juta orang, terhubung dengan perangkat mobile 326,3 juta orang, sedangkan penggunaan aktif aplikasi instant messaging sebanyak 66.00 juta orang.

"Banyaknya pengguna internet dan media sosial menolong mengubah iklim politik di Indonesia Penyampaian gagasan dan gagasan mulai beralih ke media digital. Di media sosial tak mengenal istilah satu orang yang memilih, tepat satu orang. Bisa memiliki kekuatan setara dengan puluhan, atau ratusan orang dalam mempengaruhi persepsi masyarakat, "pungkas Anthony.

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.