Fashion

J-Lo Dan Jennifer Garner Gak Suka Tato Baru Ben Affleck

Written by Satrio Elang
LOS ANGELES - Tak pernah jadi orang yang merasa malu kala mengungkapkan kejujuran. Juri American Idol sekaligus bintang pop Jennifer Lopez berbagi perasannya tentang tato baru mantan kekasihnya, Ben Affleck.

Seni dari gambar tato besar yang membentang di bagian belakang tubuh aktor pemeran Batman dalam film Batman v Superman: Dawn of Justice itu, banyak diartikan orang sebagai jeritan, ‘pertengahan kehidupan krisis’, dimana terdapat gambar burung phoenix yang bangkit dari abu kematian.

“(Gambar) itu mengerikan,” semprot J-Lo dalam sebuah interview di acara Watch What Happens Live seperti dilansir stuff.co.nz. “Dan aku akan mengatakan kepadanya bahwa. Apa yang telah kamu lakukan?”

Ya, J-Lo yang kini berusia 46 tahun, pernah jadi kekasih Ben Affleck periode Juli 2002-Januari 2004. Mereka bahkan sempat bertunangan dan acara pernikahan mereka dibatalkan empat hari jelang Hari-H.

“(Gambar tato) itu terlalu banyak dipenuhi warna. Seharusnya mereka tidak begitu penuh warna, Anda tahu dengan apa yang aku maksud bukan? Mereka harusnya tampak, seperti, keren,” imbuh J-Lo.

Sementara itu, mantan istri Ben, aktris Jennifer Garner. Yang sama seperti J-Lo mengaku kecewa dengan berakhirnya hubungan dengan sang aktor. Menjelaskan dalam edisi terbaru Vanity Fair soal penyebab perceraian mereka.

“Ben mengatakan, ‘Oh, kamu hanya tidak peduli,” dan aku berkata, ‘Tidak, itu sebaliknya,” papar Garner.

“Itu sangat menyakitkanku karena aku begitu peduli. Aku tidak bisa meneruskannya dengan halangan ini. Aku tidak bisa membiarkan kemarahan atau sebuah rasa sakit jadi mesin dalam diriku. Aku butuh bergerak dengan gambaran besar yang harus selalu ada di pikiranku. Dan anak-anak adalah yang pertama dan terutama,” kata Garner melanjutkan.

Adapun ketika ditanya soal gambar tato baru Ben Affleck, Garner secara sopan ikut menanggapinya.

“Kamu tahu apa yang akan kita katakan di kampung halaman aku tentang itu (gambar tato baru ben)? Berkatilah hatinya,” ujar Garner setengah menyindir.
“Seekor burung phoenix bangkit dari abu kematian. Apakah aku menjadi abu dalam skenario (gambar tato) ini? Aku merasa tersinggung. Karena aku menolak menjadi abu,” tandas Garner yang berbagi hak asuh ketiga anak mereka, Violet (10 tahun), Seraphina (7) dan Samuel (4).



(neg)
dibaca 5.830x

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.