Info Menarik

Juru Bicara: Simpan KPK Rumah Tidak Mewah Karena Bisa Anggaran Negara Bebani – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memantau kegiatan Komite Kuesioner KPK dikala mengunjungi rumah aman di Depok, tepatnya di Jalan TPA Cipayung, Depok, Jawa Barat

Dikenal dalam mengecek rumah aman, Jumat (8/11/2017) kemarin, turut hadir pimpinan Panitia Khusus Aetek, Agun Gunandjar Sudarsa, Taufiqulhadi, dan Masinton Pasaribu.

Baca: Jokowi Mengingatkan Santri Menyelamatkan Teman dari Orang Antaragama

Sementara anggota Komite Kuesioner Khusus merupakan Mukhamad Misbakhun, Eddy Kusuma Wijaya, dan Arteria Dahlan.

Setelah mengecek kondisi rumah aman, Taufiqulhadi mengatakan memang benar kode rumah itu seperti rumah hunian.

"Ternyata kondisi rumahnya seperti ini, bukan rumah aman tapi rumah itu asal," kata Taufiqulhadi.

Niko saksi yang pernah mendiami rumah aman ikut berpartisipasi dalam kelompok tersebut. Saat memeriksa ke dalam rumah, ditemukan deretan meja kantor yang tak digunakan dan lapuk.

Ada empat kamar dan dua kamar mandi di rumah. Selain itu, fentilasi di tiap ruangan kamar ada juga kecil meski fentilasi.

Dalam kunjungan ke rumah aman, juru bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan bahwa tentu saja KPK tak bisa menyediakan rumah mewah.

"Kunjungan ke rumah bila dilihat dalam berita sebenarnya membuktikan bahwa kondisi rumah itu layak huni Ada sejumlah ruangan, ada ventilasi dan ruangannya cukup besar sebagai rumah .. Tentunya kita tak bisa Menyediakan rumah mewah, karena bisa mencolok dan bisa juga membebani anggaran negara, "kata Febri, Sabtu (12/12/2017).

Jadi menurut Febri, sangat dilebih-lebihkan bila dugaan rumah aman tersebut disebut sebagai rumah hunian. Apalagi saksi (Niko) sendiri yang semula meminta perlindungan di KPK, dan KPK memberikan perlindungan sesuai dengan UU No. 30 tahun 2002, khususnya Pasal 15 huruf b.

"Apalagi bila dibacakan dari sejumlah berita yang mewawancarai warga setempat tak ada fakta tudingan rumah," kata Febri.

Febri menambahkan bahwa partainya sangat menyesalkan pembukaan lokasi rumah aman KPK, ini sangat berbahaya untuk pemberantasan korupsi.

"Jangan biarkan saksi takut karena perlindungan mereka diungkapkan sedemisemakin rupa," Febri singkat.

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.