Info Menarik

Ma

Written by Satrio Elang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menolak kebijakan Full Day School (FDS), Ma' 39 ruf Amin yang merupakan Rais dari Dewan Eksekutif Nahdlatul Ulama (PBNU) dan juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengaku telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo, dan menyampaikan penbisanya secara langsung.

Dia mengingat keputusan presiden setelah pertemuan dengan dia terkait dengan kebijakan FDS, apakah pemerintah masih ingin memperkuat kebijakan tersebut dalam bentuk Perpres.

"Ini akan diungkapkan," Ma' 39 ruf Amin mengulangi jawaban Joko Widodo kepadanya, Kamis (20/10/2017).

Tidak hanya sekali, NU mengatakan bahwa dia telah dua kali mengingatkan Presiden Jokowi, untuk tak mengeluarkan Peraturan Presiden perihal FDS.

Selain kesempatan dikala menerima dirinya sendiri, Maulana Amin menyebutkan PBNU juga sempat mengirim utusan untuk memenuhi undangan FDS terkait Istana. Utusan dari PBNU juga menyampaikan hal yang sama, yaitu penolakan.

Kebijakan FDS dikala ini masih dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan, mengatur waktu sekolah. Kebijakan tersebut mewajibkan siswa dari pagi hingga sore, dalam lima hari kerja.

PBNU menolak antara lain karena polanya ialah madrasah yang mematikan. Karena di daerah kantong NU, siswa umumnya menempuh pendidikan umum di pagi hari hingga siang hari, dan mengikuti pendidikan madrasah pada sore hari hingga sore hari.

Jika ada sekolah yang menggunakan kebijakan FDS, Ma' 39 ruf Amin mengaku menerimanya. Tapi dia sangat berharap Presiden tak mengonfirmasi peraturan dalam bentuk prepress. Dia khawatir jikalau perpres dikeluarkan, akan ada suara bising.

"Kami NU memang menginginkannya, sebagusnya Sekolah Hari Penuh tak boleh menelepon anak, menyerahkan masing-masing (sekolah), mau atau tak, tapi jangan masuk peraturan," katanya

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.