Info Menarik

Menteri Kepolisian Susi, Ketua Nelayan Nelayan Belum Memanggil Penyidik ​​- Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

Reporter Laporan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Nelayan Indonesia (FNI), Rusdianto Samawa tak memenuhi panggilan penyidik ​​Direktorat Pidana Investigasi Pidana Mabes Polri.

Sebelumnya, Rusdianto dilaporkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti ke Markas Besar Kepolisian Bareskrim.

Dia diduga telah melanggar Undang-undang ITE dan menjalankan penghinaan.

Wakil Ketua Front Nelayan Indonesia (FNI), Sutia Budi mengatakan bahwa laporan Susi dikonfirmasi setelah dia meminta penyidik ​​Direktorat Tindakan Pidana Penyidikan Pidana Mabes Polri.

Dibaca: Saat Agus Yudhoyono Tanya Restu Jokowi, Gibran Bergabung

"Rusdianto Samawa, lapor Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, kepada Investigasi Kriminal Kepolisian," kata Sutia dikala dihubungi, Kamis (10/08/2017).

Menurut Sutia, Rusdianto sepatutnya diinterogasi di Mabes Polri Mabes Polri yang sementara berada di Cideng, Jakarta Pusat, kemarin.

Namun, karena Rusdianto dalam kondisi buruk, dokter merekomendasikan untuk beristirahat, pemeriksaannya tak bisa dilakukan.

"Hari ini Tim Pembela Aliansi Nelayan Indonesia yang mendampingi Bung Rusdianto Samawa sebanyak 14 Pengacara mengajukan permohonan pengunduran diri karena sakitnya dan perlu istirahat," jelas Sutia.

Sutia berharap, pemeriksaan dilakukan setelah pemulihan kesehatan Rusdianto.

"Kami berharap pengunduran diri pada waktunya bisa datang minggu depan, mudah-mudahan kesehatannya akan membagus," katanya, menambahkan bahwa ia mungkin akan lelah karena roadshow yang padat ke daerah untuk memperjuangkan nelayan. Takdir, "katanya.

Berdasarkan surat yang disebarkan Sutia, tertulis bahwa Rusdianto dipanggil untuk diinterogasi atas dasar panggilan: S.Pgl / 134 / VIII / 2017 / Dittipidsiber.

Surat panggilan tersebut berdasarkan pada Nomor Laporan Polisi: LP / 664 / VII / 2017 / Bareskrim, tertanggal 6 Juli 2017. Dan Nomor Investigasi: SP.Sidik / 124 / VII / 2017 / Dittipidser, tertanggal 24 Juli 2017 .

Dalam surat Rusdianto juga disebut melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 seputar Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Hukum pidana).

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.