Cinefilm

Michelle Rodriguez Kecewa Paul Walker Mati Duluan

Written by Satrio Elang
LOS ANGELES - Mayte Michelle Rodriguez atau yang dikenal dengan nama panggung Michelle Rodriguez, baru saja mengeluarkan pernyataan lumayan mengejutkan terhadap mendiang Paul Walker.

Uniknya, pernyataan aktris berusia 37 tahun itu diambil saat melakoni wawancara pengalamannya ketika berada dalam sebuah periode dibawah pengaruh psychedelic drug.

Beberapa jenis obat-obatan berkategori psychedelic ini ada heroin, kokain, bahkan alkohol dan mariyuana.

Tapi yang dikonsumsi oleh aktris kelahiran San Antonio, Texas, Amerika Serikat, tersebut adalah sebuah tanaman psychedelic bernama Ayahuasca.

Dalam bentuk seperti minuman teh yang dicampur Ayahuasca, tampaknya ketika mengkonsumsi itu Michelle benar-benar larut dalam sebuah momen antara hidup dan mati.

“Perjalanan Ayahuasca-ku, membuatku merasa sedih kalau dia telah meninggalkan aku di sini (dunia ini),” sembur pemeran Letty di sekuel Fast and Furious dalam dokumenter The Reality of Truth seperti dilansir dari TMZ.

“Tapi itu bukan perasaan sedih bahwa dia telah pergi (tiada). Namun perasaan itu lebih ke arah seperti cemburu mengapa dia berada di sana (alam lain) terlebih dulu (daripada aku),” imbuhnya soal kematian rekan mainnya di Fast and Furious tersebut dalam sebuah kecelakaan mobil tunggal di Valencia, utara Los Angeles, Desember 2013.

“Ayahuasca bersifat destruktif dari segala yang aku kenal. Aku serasa dibangunkan kembali. Aku harus mengatakannya, Anda tahu, ketika aku kehilangan Paul, aku merasa seperti ... Aku melewati satu tahun yang panjang dengan menjadi seperti binatang,” kata Michelle menambahkan.

Selanjutnya Michelle bilang, kalau kecelakaan itu telah membuatnya takut akan betapa singkatnya hidup ini. Plus, saat dia sedang bepergian, terkadang dia lebih sering teringat mendiang Paul Walker.

“Seperti apa secara fisik aku dapat melupakan peristiwa itu? Bagaimana pikiranku bisa melepaskan diri dari betapa singkatnya hidup ini, dan bagaimana kira datang ke sini (dunia) dan dapat menghilang kapan saja. Lantas aku pergi begitu saja pada sebuah musim panas dan menggila. Dari apa yang aku telah lakukan semuanya, aku bisa saja memungkinkan diri untuk bersembunyi dari diriku sendiri,” tandasnya.



(neg)
dibaca 6.129x

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.