Info Menarik

MUI: Pancasila Mengikat Bagi Seluruh Komponen Bangsa – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

Laporan Wartan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kemerdekaan Indonesia diraih berkat perjuangan berbagai kelompok, termasuk umat Islam.

Ketua Dewan Majelis Ulama Indonesia, Yusnar Yusuf, menyebut kemerdekaan Indonesia juga disita melalui perjuangan para martir, melalui doa dan pengorbanan jiwa.

Yusnar Yusuf menyebutkan pendiri bangsa, termasuk dari kelompok Islam, telah sepakat bahwa Indonesia berdiri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai basis negara.

Baca: Dipanggil Ganteng Pakai Pakaian Tradisional Bugis, Rupanya Segini Harga Kapten Copia Jokowi?

Hal ini diungkapkan dalam pembacaan Kewarganegaraan Tausyiah dari Dewan Eksekutif Pusat Majelis Ulama Indonesia, # 39; Di kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2017),

"Kesepakatan dan kesaksian itu membentuk negara, seluruh bangsa Indonesia menjadi negara merdeka, berdaulat di bawah Pancasila, mengikat seluruh komponen bangsa," katanya.

MUI menilai bahwa tanggung jawab adalah tanggung jawab kewarganegaraan serta tanggung jawab beragama yang bertujuan untuk menjaga keagungan agama demi mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Baca: Di Depan Anggota Dewan, Jokowi Menunjukkan Kesuksesannya dalam Tiga Tahun

"Bangsa Indonesia adalah bangsa pluralistik, religius, etnis, rasial dan budaya, dengan semboyan Bhineka Ika, MUI yang percaya bahwa semua orang beragama sebagai sesama warga terikat oleh komitmen kemanusiaan dan kebangsaan," dia berkata.

Misbahul Ulum, Wakil Sekretaris Jenderal MUI, pada kesempatan yang sama menambahkan bahwa MUI menganggap Indonesia sebagai negara perdamaian yang dibangun berdasarkan kesepakatan sejumlah partai dan bukan negara Islam.

Oleh karena itu, MUI tidak mendukung upaya pembentukan negara khilafah di tanah air.

Dibaca: Anggota Dewan Pengurus Board Bak Show Room Luxury Car

Ini sesuai dengan sarjana Itjma yang diadakan pada tahun 2006.

"Indonesia di Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah final, dalam arti membangun negara republik Indonesia, bukan Islam, jadi ini masalah khilafah, konsekuensi ulama; S ijtima, "menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah tugas semua orang Indonesia," katanya.

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.