Info Menarik

Mustofa Anggap Kultur Kota Pekalongan Jadi Kendala Penerapan FDS – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

Laporan Wartawan Tribune Jawa Tengah, Radlis

TRIBUNNEWS.COM, PEKALONGAN – Pelaksanaan Full Day School (FDS) belum sepenuhnya dilaksanakan di beberapa daerah. Kota Pekalongan merupakan kawasan yang belum menerapkan sistem baru.

Anggota DPRD Komisi Kota Pekalongan C, Makmur S Mustofa mengatakan, FDS sangat penting untuk membangun disiplin dan pendidikan karakter.

Menurut Mustofa, sistem FDS juga mengajarkan pengembangan karakter, spiritualitas maksimal. FDS juga diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

"FDS ini telah dirancang sejak era Presiden SBY. Dari kacamata pendidikan sangat bagus karena bisa lebih disiplin dan meningkatkan prestasi. Bisa diawasi oleh guru dari pagi sampai sore," kata Mustofa, Rabu (16/08/2017).

Namun FDS, kata Mustofa, belum dilaksanakan secara tepat di Kota Pekalongan. Hal yang membuat FDS belum diterapkan secara tepat adalah budaya siswa di Kota Pekalongan yang melanjutkan pendidikan non formal setiap sore sampai malam.

"Sudah jelas waktunya akan turun dan kekuasaan sudah usai, sehingga kemungkinan pendidikan nonformal akan ditinggalkan," katanya.

Menurut Mustofa, FDS pada awalnya dirancang untuk berorientasi pada siswa SMA setara.

"Jika SMA sederajat benar, tapi kalau aplikasi sekolah dasar dan sekolah menengah pertama tidak tepat," katanya.

Mustofa menyarankan jika Pemkot Pekalongan ingin menerapkan FDS dalam konsultasi dengan DPRD

"Kami di DPRD tidak tahu seperti apa peraturan menteri, apa saja editorialnya," katanya.

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.