Music

Musumen Janji Tutup Ennichisai 2016 Dengan Lagu Soundtrack Anime

Written by Satrio Elang
JAKARTA - Pada hari kedua gelaran Festival Kebudayaan Jepang terbesar di Indonesia, Ennichisai 2016, di Blok M, Jakarta, Minggu (15/5/2016). Salah satu bintang tamu asal Negeri Sakura, yakni boy group Musumen bakal kembali tampil.

Kali ini, boy band yang beranggotakan 10 pria tampan ini bakal menampilkan sesuatu yang berbeda dibandingkan aksi mereka pada gelaran hari pertama Ennichisai 2016, Sabtu (14/5/2016).

Ke-10 anggota Musumen yang terdiri dari Nibansenji, Nozaki Bento, Tomitake, Forgeru, Nokkuso, Zeararu, Aoi, Shirofuku, Kimagure Prince dan Ni-chan ini bakal menyanyikan soundtrack anime.

Mereka sepertinya tahu, anime sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. "Seperti yang dikatakan tadi. Kami akan memberikan cover anime juga," ujar Nokkuso.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa setiap anggota juga menyukai anime. Sebab, anime memang menjadi ciri khas budaya Jepang yang semakin dicintai oleh masyarakat Indonesia.

"Kami juga suka anime dan manga, seperti One Piece, Dragon Ball, Gundam, Ghost In Shell , dan banyak lagi yang kita sukai," katanya.

Tidak hanya itu, ke-10 anggota Musumen juga menyukai filim horor asal Jepang. Film yang sangat disukai oleh Musumen adalah Ju-ON yang season pertama.
"Kami juga suka film horor, paling sering kita nonton film Ju-On yang pertama sih," imbuhnya.

Sementara itu, pada gelaran hari kedua Ennichisai 2016 terdapat kehadiran guest performance dari Jepang yaitu BONTEN (Wadaiko), Ogawa Daisuke (Wadaiko), Ito Keisuke (Shamisen), dan Kajimaai (Eisa).

Selain itu, Ennichisai akan terdiri dari 2 (dua) panggung yaitu tradisional dan modern culture. Tradisional stage akan memperkenalkan budaya Jepang yang sesungguhnya pada masyarakat Indonesia di mana ada keramahan, kerjasama juga perhatian dalam setiap hal yang dilakukan.

Tradisional stage terdiri dari Stage performance dan Street Performance meliputi “Mikoshi”, “Wadaiko”, “Eisa”, “Shamisen”, “Koto” “Yosakoi Contest”, “Nihon Buyou”, “Oiran Dochu” dan “Shishimai”.



(neg)
dibaca 4.348x

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.