Info Menarik

Najwa Shihab Mengaku Sebagai Provokator – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG – Mantan wartawan Metro TV Najwa Shihab mengklaim bahwa dia ialah seorang provokator dan penyebar virus yang membaca buku di Indonesia.

Hal tersebut dihinggakan oleh Najwa Shihab ke sejumlah wartawan dikala jumpa pers di Hotel Aston Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (8/11/2017) malam.

Menurut Najwa, sebagai duta bacaan, ia mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk suka membaca.

Dia sangat prihatin dengan posisi Indonesia yang berada di urutan 60 dari 61 negara yang malas membaca.

"Saya hanya seorang provokator yang bisa membaca karya siapa yang menyebarkan virus itu ke mana-mana," kata Najwa.

Pada dikala diangkat sebagai duta bacaan, Najwa melanjutkan, ia mengaku merasa tegang dan stres, karena Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain di dunia dalam urusan membaca.

Baca: Anggota Pertarungan Narsis Narsis Angkatan Udara Berdarah, Penjelasan Kadispen TNI AU

Di Amerika, kata mantan tuan rumah "Mata Najwa", minat membaca mencapai 25-27 buku per tahun per orang, Jepang ialah 15-18 buku, sementara Indonesia hanya 0,01 per tahun.

Najwa mengaku bahwa setelah melaksanakan perjalanan ke beberapa daerah di Indonesia, minat baca masyarakat Indonesia sangat tinggi, namun akses bukunya masih sangat kurang.

"Di daerah terkecil, bila ada orang yang membawa buku seharusnya menjadi perampokan anak-anak," kata Najwa.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Najwa mengatakan, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, seperti harga buku yang seharusnya lebih murah, karena salah satu kendala minat baca di Indonesia, karena harga buku terlalu mahal.

Kendala lainnya ialah distribusi buku ke desa yang tak merata.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dia telah bertemu dengan Presiden Jokowi untuk menetapkan tanggal 17 tiap bulan sebagai sebuah buku gratis yang dikirim ke daerah manapun melalui PT Pos Indonesia.

"Kami berharap agar proklamasinya Pak Jokowi bisa mengirim buku ke daerah, sehingga menjadi virus bagi orang lain," harapnya. (Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere)

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.