Info Menarik

Ormas Katolik: Amalkan Pancasila Untuk NKRI Berkeadilan – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia saat ini mengalami ketimpangan. Di satu sisi ia ingin berlari cepat untuk mengimbangi perkembangan global, namun sisi lain yang harus mendukungnya untuk lari kembali alih-alih menyerang.

Serangan tersebut berasal dari masyarakatnya sendiri yang membentuk sebuah organisasi untuk melumpuhkan Pancasila yang telah 72 tahun digenggam sebagai falsafah hidup bersama.

Dengan demikian ditegaskan kepemimpinan Ormas Katolik di Jakarta pada hari Rabu (16/08/2017). Mereka adalah Presidium Asosiasi Cendekiawan Katolik Indonesia, Dewan Pusat Wanita Katolik Pusat, Eksekutif Pusat Pemuda Katolik, Presidium Asosiasi Mahasiswa Katolik Indonesia dan Masyarakat Katolik Indonesia Forum

Ideologi melawan Pancasila yang dibawa oleh organisasi tertentu semakin terpaksa menggeser fondasi negara Pancasila.

Selain itu, masalah semakin terjalin seperti korupsi, penyalahgunaan narkoba, terorisme, intoleransi, konflik horizontal dan kemiskinan yang belum terselesaikan sampai sekarang.

Pemerintah nampaknya juga mengalami gejolak untuk menguraikan keluar dari benang kusut dari berbagai masalah.

Dalam kondisi lumpuh ini kita merayakan ulang tahun ke 72 NKRI. Pertanyaannya adalah, apa yang bisa kita pegang sebagai semangat bersama untuk memenuhi usia 72 tahun ini.

Dalam hal ini Ordonansi Katolik untuk bersikap tegas akan menjaga komitmen dalam kehidupan bernegara. Karena itu, menyikapi kondisi terkini bangsa Indonesia, semangat Pancasila tidak akan berbunyi jika hanya mantra tanpa diterapkan dalam kehidupan nyata sehari-hari dalam semangat kebangsaan.

Pekan lalu, Uskup Indonesia; Konferensi dengan semua Organisasi Katolik mengadakan Konferensi Nasional umat Katolik Indonesia yang berjudul Revitalisasi Pancasila.

Konferensi tersebut bertujuan untuk memulai kesadaran kolektif masyarakat Indonesia agar Pancasila dan keadilan sosial kembali menjadi acuan dalam pembangunan bangsa.

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.