Info Menarik

Pakar Gizi UI Pastikan Susu Kental Manis Aman Dikonsumsi, Asal Tidak Berlebih – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ahli gizi dari Universitas Indonesia Ahmad Syafiq menyatakan bahwa susu kental aman dikonsumsi oleh masyarakat. Itu karena susu kental manis juga memiliki kandungan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan gizi masyarakat, termasuk anak-anak.

"Susu kental manis tidak menjadi masalah dikonsumsi secara proporsional, tapi kalau berlebihan, apapun itu tidak seharusnya. Prinsipnya seperti itu," kata Syafiq di Jakarta, Selasa (15/82017).

Bahaya mengkonsumsi susu kental manis sendiri telah muncul sejak beberapa hari terakhir ini. Sejumlah pihak khawatir dengan dampak konsumsi susu kental manis karena dianggap mengandung kadar gula tinggi. Kondisi ini berpotensi mengganggu pertumbuhan anak akibat asupan gizi yang tidak seimbang.

Namun Syafiq memastikan orang tidak perlu khawatir dengan konsumsi susu kental manis. Menurutnya, selama asupan gizi masih proporsional atau kecil kemungkinannya, maka tidak ada masalah dalam meminum susu kental manis.

"Gula tidak boleh dikonsumsi banyak, tapi dengan semua catatan gizi sudah terpenuhi," kata Syafiq.

Ia tidak setuju jika konsumsi susu kental manis dianggap mengganggu pertumbuhan gizi masyarakat. Menurutnya, gangguan pada pertumbuhan anak dan asupan gizi tidak bisa diatasi dengan produksi makanan atau minuman apapun.
"Tidak dapat digeneralisasikan seperti itu, karena makanan sehat harus dilihat secara keseluruhan dan bukan dari konsumsi tertentu saja. Ini disebut pemahaman tentang keseimbangan nutrisi," katanya.

Kementerian Kesehatan pada tahun 2015 kemudian mengadakan Survei Diet Total untuk orang Indonesia. Syafiq mengatakan, salah satu hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih kekurangan pasokan energi. Itu tidak termasuk kekurangan asupan gizi lainnya, jadi konsumsi gula tidak menjadi masalah karena unsur makanan ini merupakan sumber energi.

Kondisi tubuh yang kekurangan energi, kata Syafiq, berbahaya bagi pertumbuhan anak-anak. Karena itu, tubuh secara otomatis akan memenuhi kebutuhan energinya dengan mengonsumsi protein dan lemak dalam tubuh. Padahal, kedua unsur makanan merupakan kebutuhan utama bagi pertumbuhan anak.

"Jadi protein yang dibutuhkan untuk tumbuh tidak ada karena dibutuhkan untuk kebutuhan energi," kata dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini.

Vita Datau Mesakh, Ketua Akademi Gastronomi Indonesia menambahkan produk susu juga banyak digunakan untuk berbagai kuliner di Indonesia mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Susu yang merupakan salah satu komoditas utama dalam mendorong perekonomian nasional melalui UMKM," katanya.

Menurutnya, masalah gizi buruk global dapat diatasi dengan peran susu, yang memiliki kandungan gizi penting seperti Vitamin B2 dan B12, mineral, dan protein. Di Indonesia, masalah gizi buruk masih meluas dan ini menjadi perhatian khusus Pemerintah.

Namun, pernyataan pedoman gizi seimbang oleh Kementerian Kesehatan telah menunjukkan upaya Pemerintah Indonesia untuk menekankan pentingnya produk susu dan susu setiap hari. Produk susu berasal dari susu segar dari peternakan sapi perah lokal yang diharapkan bisa terus menjadi andalan berbagai UKM di Indonesia.

Vita menegaskan bahwa produk ini telah lama menyumbang pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Susu dan produk susu dianggap salah satu solusi mengatasi masalah kekurangan mikro-nutrisi saat ini dan menyerang lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia.

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.