Info Menarik

Panglima TNI: Saya Bertanya Di Sini Ada Kebebasan? Saya Ingin Melihat Wajahnya – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Para founding fathers bangsa yang telah berkontribusi terhadap pembebasan Indonesia sepakat bahwa Indonesia dibangun sebagai negara kesatuan.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa dikala ini masyarakat bebas untuk pelayanan para pendiri bangsa sepatutnya menghormatinya.

Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa para pendiri bangsa telah sepakat bahwa Indonesia ialah singkatan dari segala kelas.

Baca: Protes Saat Ini, Novel Menerima Tuduhan Foto Percikan Air Keras dari Anggota Densus 88

Dia mengingatkan orang hari ini untuk menghormati layanan mereka, dengan menjunjung tinggi kesepakatan mereka, termasuk bentuk negara.

"Jadi saya ingatkan Anda bahwa kita hanyalah pecinta kebebasan yang bertugas menjaga, menjaga, mengisinya. Kami hanya kekasih, saya mohon, di sini ada pembebasan, saya ingin melihat wajahnya," kata Panglima TNI bertanya dalam pidato di sebuah upacara yang diadakan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2017),

Sebagai masyarakat dengan status para penikmat kemerdekaan, ia berpenbisa bahwa segala orang yang warga negara Indonesia (WNI) sepatutnya setia dan menegakkan Pancasila sebagai ideologi negara.

Ideologi menurutnya telah final, dan sesepatutnyanya tak bisa ditawar.

Baca: Bachtiar Nasir: Perintah Tetap Dianggap Tunjukkan Otoritarianisme Rezim

"Pancasila sebagai ideologi negara ialah final, dan siapapun tak boleh mengubahnya, apabila ada yang meminta untuk mengubahnya, jangan percaya, dan diikuti, itu ialah pengkhianat, itu ialah pengkhianat," katanya.

Indonesia ialah negara kaya yang menarik banyak pihak. Oleh karena itu tak mungkin ada pihak-pihak tertentu yang berusaha merebut Indonesia, dengan membagi rakyat.

Panglima TNI menyebutkan bahwa ada banyak negara serupa di Indonesia, yang akhirnya bangkrut dan menjadi bancakan.

"Ingat Yugoslavia, hanya karena bahasa dan agama, masuk ke tujuh negara. Uni Soviet, hanya karena ekonomi, bahasa dan agama, terbelah menjadi lima belas negara. Kami melihat Indonesia, suku, agama, warna, lokasi geografis , Dan lebih, tak rusak, "katanya.

"Jika tak ada Islam bukan Indonesia apabila tak ada orang Kristen yang bukan orang Indonesia tak Katolik bukan indonesia tak ada orang Hindu yang tak indonesia tak ada orang beragama Budha bukan indonesia tak ada konfusius indonesia, itu indonesia," katanya

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.