Info Menarik

Pemprov DKI Harus Membayar Masalah Tanah Rp 60 Juta, Direktur Konstruksi MRT Dilema – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perselisihan mengenai pembebasan lahan Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan, yang telah memasuki babak baru setelah Mahkamah Agung (MA ).

Perselisihan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan kedua pemilik lahan sengketa tersebut diperkirakan akan diputuskan oleh keputusan pengadilan tersebut.

"Keputusan Mahkamah Agung untuk memutuskan pemerintah provinsi patut membayar Rp 60 juta per meter persegi," kata Direktur Pengembangan MRT Silvia Halim, di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2017).

Namun, keputusan ini menimbulkan dilema tersendiri dalam benak Silvia. Dia mengaku khawatir dengan proses di depan pembebasan lahan.

"Saya takut orang-orang di sekitar tanah sengketa akan protes karena harga yang dibayarkan kepada mereka kurang dan mereka bisa meminta pembayaran ekstra," kata Silvia, mengenakan kemeja putih dan ekor kuda.

Di sisi lain, dia mengaku enggan menerima putusan pengadilan. Karena harga sengketa tanah awalnya hanya bernilai Rp 30 juta.

Menurutnya, keputusan MA pengadilan seperti mengambil jalan tengah. Jalan tengahnya yaitu mengambil harga tengah antara harga asli dan harga permintaan pemilik lahan.

Kabarnya, pemilik sengketa tanah yang juga pemilik toko karpet bernama Toko Karpet Serba Indah, meminta pemerintah kota mengganti lahan seluas Rp 150 juta per meter persegi.

Tidak pernah berakhir masalah, berdampak pada pembangunan Stasiun MRT Haji Nawi, Jakarta Selatan.

Dampak dari perselisihan tersebut, pilar struktur pendukung Stasiun Haji Nawi tak bisa dijalankan. Jadi stasiun tak akan bisa beroperasi bersamaan dengan stasiun lain pada bulan Maret 2019.

Namun, Silvia menegaskan bahwa kereta MRT masih bisa beroperasi secara normal dan melewati jalur di Haji Nawi, meski tak akan berhenti di stasiun.

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.