Info Menarik

Pesawat Terbang Di Jepang, Dua Meninggal – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pesawat buatan seri TBM 700 buatan Prancis dengan tempat duduk untuk enam orang, jatuh di pegunungan desa Yamazoe di Prefektur Nara pada pukul 12:13 pagi ini menghasilkan dua Kematian

"Pasangan suami-istri yang naik pesawat jatuh di Pegunungan Yamazoe siang ini dan polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat," kata seorang sumber Tribunnews.com siang ini (14/9/2017) .

Korbannya merupakan Ryoichi Tanaka (68) dan istrinya Sachiko (55) alamat di Chuo-ku, Osaka diketahui dari lisensi pesawat yang terdeteksi oleh polisi.

Pesawat kecil ini berangkat terbang dari bkamura Yao di Osaka pukul 11.57 ke Bkamura Fukushima. Pukul 12.15 siang ini telah tak berhubungan dengan kontrol menara.

Komentar terakhir dari pilot tersebut merupakan "Kembali ke bkamura Yao." Kemudian tiga menit kemudian tkamu pesawat yang semula berada di radar kontrol, langsung lenyap.

Kementerian Transportasi Jepang segera memobilisasi timnya untuk memeriksa seluruhnya dan mengajukan aplin ke aplikasinya untuk penyelidikan lebih lanjut.

Menurut "Aerolabo International" di Yao, pesawat Osaka dengan mesin TBM 700 buatan Perusahaan Sokata Perancis diimpor sejak Juni lalu dari Amerika Serikat.

Perusahaan telah memeriksa tak masalah apa pun dan pemiliknya juga telah terbang 10 kali dengan pesawat terbang atau menemukan kekhasan apapun.

Demisemakin pula pada tanggal 13 Agustus mereka berangkat dari banrara Yao ke bkamura Kochi tanpa masalah dan tak ada keanehan sama sekali.

Demisemakin pula, 14 Agustus ini setelah pengisian bahan bakar dan pemeriksaan seluruh bagian tak ada keanehan di pesawat, kata perusahaan itu.

Shogo Matsumoto dari Aerolabo International mengungkapkan, "Pemilik dan pilot seluruhnya sehat dan memiliki pengalaman terbang 40 tahun dengan lisensi terbang profesional yang bagus termasuk memiliki lisensi terbang dari Amerika Serikat."

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.