Fashion

Ragam Jenis Batik Indonesia

Written by Satrio Elang
JAKARTA - Batik merupakan wastra Nusantara yang harus dilestarikan. Dengan menampilkan filosofi tersendiri pada setiap coraknya, batik dibagi menjadi dua jenis, yakni batik keraton atau klasik dan batik non keraton atau non klasik.

Pengamat batik, Anton Diaz menjelaskan, jika dilihat dari lingkungan dan pemakainya, batik juga bisa menunjukkan kelas sosial penggunanya. "Seperti batik sodagaran, petani, batik Cina, batik Belanda dan batik Hokokai," papar Anton Diaz di Plaza Senayan, Jakarta.

Namun, setelah zaman merdeka, setiap daerah membuat batik masing-masing dan menjadikannya sebagai ikon daerah. Umumnya, batik yang dihasilkan setiap daerah memiliki motif dan warna yang beragam.

"Ada beberapa ragam batik yang bisa ditemui di berbagai daerah, seperti batik Jambi, batik Garut, batik Tasikmalaya, batik Solo, batik Pekalongan, batik Lasem, batik Sidoarjo, batik Yogya dan batik Madura," kata dia.

Sementara dari segi teknik, batik dibagi menjadi beberapa cara pengerjaannya. Mulai dari batik tulis, batik cap dan batik cap modifikasi. Untuk membedakannya, Anton mengatakan bisa dilihat dari corak hingga bau batik tersebut. Namun, untuk kain print bermotif batik, Anton menilai tidak termasuk batik, melainkan tekstil bermotif batik.

"Pengertian batik adalah menghias kain atau tekstil dengan menggunakan lilin sebagai bahan perintang warna. Pada batik tulis dan batik cap dilakukan dengan cara manual baik dalam pembentukan motif maupun pewarnaan," pungkasnya.



(nfl)
dibaca 2.547x

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.