Info Menarik

Saksi Kunci KTP ID Kasus Misterus, Komisi III: KPK Harus Memberikan Perlindungan Khusus – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, menyampaikan belasungkawa atas kematian Johannes Marliem, yang disebut saksi kunci Kartu Tkamu Elektronik (e-KTP ).

Johannes dilaporkan terbunuh di Amerika Serikat (AS), diduga karena luka tembak.

Johannes ialah penyedia alat Automatic Fingerprint Identification System (AFIS) dalam proyek e-KTP dan belum dipresentasikan untuk bersaksi di pengadilan.

Sahroni berharap bahwa kabar kematian Johannes sepatutnya tak mengganggu proses penegakan hukum kasus korupsi e-KTP di KPK.

"Kami menyampaikan duka cita terdalam atas kematian Johannes Kami juga berharap agar kasus E-KTP ditangani oleh KPK tetap lengkap," kata Sahroni ketika dikonfirmasi oleh wartawan di Jakarta, Ahad (20/10/2017).

Baca: Sri Mulyani Ajak Orang Muda Pedesaan Bergabung dengan Pasar Modal

Politisi Partai NasDem mengatakan, lebih bagus bagi saksi kasus besar untuk diberi perlindungan khusus oleh KPK

Hal ini untuk mencegah kejadian yang sama dari kembali terjadi.

"Sepatutnya, saksi penting menbisa perlindungan khusus, bukannya mengumumkan saksi di mana-mana sehingga kehidupan mereka bisa terancam," Sahroni mengatakan.

Kematian Johannes Marliem telah dikonfirmasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (8/11/2017).

Johannes juga disebut saksi penting untuk membongkar kasus korupsi kartu e-KTP. Di media, Johannes mengaku pernah menjalankan rekaman pertemuan dengan perancang proyek kartu e-KTP yang juga dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.

Pada ketika kematian Johannes, KPK memastikan penyelidikan korupsi e-KTP akan terus berjalan karena KPK mengklaim memiliki bukti kuat, penyelidikan kartu identitas e-mail untuk dua tersangka Setya Novanto dan Markus Nari.

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.