Health

Sayuran Hijau Bantu Cegah Stroke

Written by Satrio Elang
LONDON - Anda ingin lebih sehat? Maka konsumsilah bayam, brokoli, kubis, kale dan bahkan lettuce karena kandungan zat kimia nitrat di dalamnya bisa mencapai seluruh bagian tubuh.

Dalam tiga kajian independen yang dilakukan periset Inggris ditemukan sayuran hijau bisa menipiskan darah, memastikan oksigen beredar secara efisien ke seluruh tubuh dan memangkas risiko penggumpalan darah yang berbahaya, stroke dan serangan jantung.

Nitrat, yang juga ditemukan di buah bit, juga memicu reaksi rantai yang memperlebar dan membuka pembuluh darah dan mengubah sel lemak putih yang jahat menjadi sel pembakar lemak cokelat yang baik yang bisa memerangi obesitas dan diabetes tipe 2.

Penemuan ini mengindikasikan orang mampu mengubah ketebalan darah mereka melalui perubahan sederhana pada diet yang bisa jadi penting bagi pasien penyakit jantung. Penderita penyakit ini bisa memperbaiki kualitas hidup mereka dengan hanya memperkenalkan sayuran kaya nitrat dalam diet mereka.

“Yang terbaik dari nitrat adalah dia tidak mahal, perawatannya tidak invasif dan tidak terlalu membutuhkan observasi terhadap efeknya. Satu-satunya masalah adalah sejumlah orang tida suka sayuran,” papar salah satu periset Tom Ashmore, yang dikutip The Daily Mail.

Ashmore memimpin kajian yang memperlihatkan bagaimana menyantap banyak sayuran kaya nitrat seperti bayam dan lettuce bisa mengurangi produksi hormon erythropoietin yang dihasilkan ginjal dan liver. Hormon ini menentukan produksi sel darah merah, yang meningkatkan level oksigen dan kekentalan darah.

Tapi, kelebihan suplai sel bisa membahayakan mereka yang mengalami mabuk udara dan pasien penyakit jantung, yang mungkin mengalami kelaparan oksigen akibat darah terlalu kental untuk memenetrasi organ penting.

Kajian baru itu memperlihatkan makan lebih banyak sayuran hijau bisa meredakan sejumlah gejala kerusakan jantung, dengan memangkas level erythropoietin dan mengurangi produksi sel darah merah.

“Di sini kita melihat nitrat dari ediet bisa membantu mengatur pengiriman oksigen ke sel dan jaringan dan penggunaannya, menyesuaikan suplai dan permintaan oksigen. Ini memastikan sel dan jaringan di tubuh memiliki cukup oksigen untuk berfungsi tanpa harus kelebihan produksi sel darah merah, yang membuat darah terlalu kental dan mengganggu kesehatan. Menurunkan kekentalan darah tanpa mengganggu pengiriman oksigen juga bisa membantu penggumpalan darah, mengurangi risiko stroke atau serangan jantung,” papar Andrew Murray dari Cambridge University, yang juga turut memimpin kajian ini.

Kajian yang dilakukan Cambridge University dan Southampton University—dan sebagian didanai British Heart Foundation (BHF) ini—dipublikasikan di Journal of the Federation of American Societies for Experimental Biology.

dibaca 2.386x

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.