Info Menarik

Tim Pengacara Ba

Written by Satrio Elang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), kuasa kasus teror Abu Bakar Baasyir, Achmad Michdan mengatakan bahwa tim tersebut akan mengirim surat kepada Presiden Indonesia Joko Widodo

Surat tersebut akan berisi permintaan kebijakan khusus yang melarang penahanan Ba'uku. Sebelumnya, mereka juga telah mengirim surat ke Mahkamah Agung (MA) serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manumur.

Menurut Achmad, masih ada dialog terus menerus dengan Dirjen PAS, sehingga ada kebijakan khusus untuk Ba'' Asyir

Baca: Keluarga Meminta Abu Bakar Baasyir untuk Menjadi Tahanan Rumah Tangga

"Tapi kita akan menulis lagi kepada Presiden, mungkin selain MA dan Direktur Jenderal PAS, sehingga pada akhir tahun ini dia bisa ditempatkan dengan bagus," kata Achmad di Jakarta, Sabtu (12 / 8/2017).

"Kami tak tahu bagaimana orang tua, tapi Ustadz berumur 80 tahun, sepatutnya ada kebijakan khusus," Achmad menambahkan.

Kebijakan khusus dimaksudkan misalnya dalam hal bertemu dengan keluarga. Pada ketika ini keluarga hanya bisa bertemu dan berbicara dengan Ba'I asyir melalui kaca dan interkom.

"Ustadz tak bisa bertemu dengan keluarga, kecuali kita dan dokter yang bisa bertemu langsung, berjabat tangan dan berdialog dengan keluarga, bisa bertemu langsung hanya di Hari Raya," katanya

Kebijakan khusus lainnya, keluarga dan pengacara menginginkan agar di dalam hukumannya, Baasyir bisa ditempatkan di sebuah rumah yang dekat dengan keluarga. Ini terkait dengan umur lanjut dan gangguan kesehatan Baaluhal.

"Banyak orang bertanya kepada kami, tolong ajak dia untuk tak masuk penjara di penjara atau penjara keamanan ini, tapi berada di tempat di mana umurnya telah cukup nyaman," kata Achmad.

Baesir kembali ke Medical Check Up (MCU) di Rumah Sakit Harapan Kita karena bengkak di kaki. Achmad mengatakan pembengkakan di kaki Baasyir ialah dua tahun terakhir ini.

"Ramadhan terakhir, ketika masih di Pasir Putih, sangat bengkak, seminggu sebelum Idul Fitri, saya ditanya oleh Kalapas di sana (untuk mengecek kondisinya). Ini ialah tahun kedua, sembuh, bengkak," kata Achmad. .

MCU yang dilakukan pada hari Rabu lalu sebenarnya telah diminta sebelumnya pada pertengahan bulan Ramadhan 2017. Namun kata Achmad, birokrasi cukup sulit meski akhirnya dikabulkan. Sebenarnya, hanya diperbolehkan mengerjakan pemeriksaan umum di Rumah Sakit Polisi.

"Tapi Dr. Jose bersikeras, kami ingin mengantisipasi sekamuinya ada kelainan serius yang akan ditangani, jadi kami bersikeras pergi ke Rumah Sakit Harapan Kita Alhamdulillah," kata Achmad.

Berita ini Telah Diterbitkan di Kompas.com, berjudul: Meminta Kebijakan Khusus, Tim Pengacara Syirial akan Kirim Surat ke Jokowi

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.