Info Menarik

Uang Perjalanan Pertama Raib Di Koperasi Pandawa – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus dugaan penipuan perusahaan wisata Umrah, PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel mengungkapkan fakta lain.

Seperti dikutip dari Kontan, Jumat (8/11/2017), salah satu penyebab keberangkatan jamaah yang tak jelas karena uang yang disetorkan ke First Travel diinvestasikan ke Koperasi Pkamuwa Nuryanto.

Seperti diketahui, koperasi ini telah terputus bangkrut dan pemiliknya menjadi tersangka dalam hal investasi bodong.

Sumber Kontan menyebutkan, First Travel mengalami kesulitan pendanaan karena peziarah & # 39; Uang terjebak dalam investasi Koperasi Pkamuwa. "Uang Perjalanan Pertama mengalir ke Koperasi Pkamuwa yang asetnya sekarang disita oleh polisi," katanya, Rabu (8/10/2017).

Dimasukkannya dana Perjalanan Pertama di Koperasi Pkamuwa dibenarkan oleh kuasa hukum Kombes Pkamuwa dan Nuryanto, M. Herdiyan Saksono Z. Dia mengatakan bahwa memang ada aliran dana dari First Travel ke kliennya.

"Sepertinya ada, tapi polisi perlu mengupasnya lebih jauh ke pemimpin Pkamuwa," katanya.

Daya tarik 10 persen bunga per bulan yang ditawarkan Koperasi Pkamuwa dicurigai membuat First Travel tertarik untuk memasukkan uang jenazah ke sana

Oleh karena itu, First Travel berani menawarkan paket umrah Rp 14 juta per peziarah, di bawah harga pasar agen perjalanan lainnya Rp 21 juta per peziarah.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, kalau rata-rata biaya Umrah bayar Travel Jamaah Pertama sekitar Rp 14,3 juta, lalu dikalikan peziarah yang belum berangkat 35.000 peziarah, kehilangan jamaah haji bisa lebih dari Rp 500 Miliar.

Jumlah ini bisa meningkat karena sebelum Izin Perjalanan Pertama diangkat pada tanggal 1 Agustus 2017, mereka masih menawarkan paket promosi umrah yang murah. Apalagi berdasarkan laporan polisi, ada sekitar 70.000 peziarah calon Travel Umrah yang telah membayar biaya dan wajib berangkat.

Sayangnya hingga berita ini terungkap, Deski, kuasa hukum First Travel tak menanggapi dikala dikonfirmasi.

Kepala Eksekutif Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan bahwa Kementerian Agama wajib menjaga kasus ini hingga para peziarah menerima kompensasi. Kasus ini juga bisa dijadikan momentum untuk mengawasi Umrah dan agen perjalanan haji lainnya.

Berita ini Telah Diterbitkan di KONTAN, dengan judul: Travel Duit Pertama menghilang di Koperasi Pkamuwa

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.