Info Menarik

Warga Swadaya Membersihkan Sampah Yang Ditimbun Di Kali Mancas – Tribunnews.com

Written by Satrio Elang

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO – Tidak ada akhir masalah di Sidoarjo, sementara penanganannya masih terbatas pada wacana. Senin (14/8/2017), Warga Desa Gebang, Desa Gisik Cemandi, Sedati, wajib berjibaku membersihkan sampah yang menumpuk dan membentang sepanjang 5 km di Kali Mancas oleh swadaya

Jantung (53) baru saja beristirahat sejak pagi membersihkan sampah Mancas. Bersama empat warga lainnya di Desa Gisik Cemandi, ia wajib angkat dan mendorong sampah selama puluhan meter.

Ironisnya, sampahnya mampat hingga 3 km sepanjang waktu itu.

"Jika sampah ini tak ditekan dan dibersihkan, orang akan sulit menbisakan air untuk mengairi cantaloup dan mengisi kolam," kata Kardi.

Sampah telah menumpuk dalam dua minggu terakhir. Kardi mengatakan sampah ini ialah kiriman dari Gedangan. Limbah didominasi oleh limbah rumah tangga, khususnya popok dan pembalut wanita.

Kardi mengaku belum ada upaya dari Kabupaten Sidoarjo untuk membersihkan sampah.

Beberapa tahun yang lalu, Kali Mancas Kali Mancas tersumbat sehingga sampah tersebut tak melewati masa di Tambak Cemandi.

"Karena tersumbat, sampah menumpuk di desa kami, warga di sini terkena dampak," lanjutnya.

Kardi menyatakan warga ingin sampah ini segera dibersihkan. Aliran air Kali Mancas juga disebarkan untuk irigasi.

Warga juga meminta Dinas Kebersihan dan Kebersihan (DKP) Sidoarjo untuk menempatkan satu unit alat berat untuk mengamgkut sampah dikala mulai menumpuk.

"Sekitar 2 km kita naikkan dan dorong sampah ini agar kita bisa menggunakan air Kali Mancas Kita telah panen selama dua tahun karena tak adanya air dari tumpukan sampah," katanya.

Kepala DKP Sidoarjo, Bahrul Amig, mengatakan bahwa pihaknya akan secara teratur mengangkut sampah di Kali Mancas. Untuk penambahan aliran air seperti keinginan warganya, Amig mengatakan itu bukan kewenangan tapi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Irigasi

"Kami akan menindaklanjuti keluhan masyarakat," Amig menambahkan. (*)

Source link

About the author

Satrio Elang

Pemuda biasa yang masih duduk di bangku kuliah dan ingin berbagi kepada sesama.